
|
INTERNET/ INTRANET TUTORIAL |
|
BISNIS INTERNET I |
|
PERSIAPAN INSTALASI OS |
|
Membuat ‘boot disk’
‘Boot disk’ adalah floppy disk atau kesatuan beberapa floppy disk yang membuat Anda bisa menyalakan komputer tanpa menggunakan Windows. ‘Boot disk’ ini bisa berguna ketika sedang memecahkan masalah tertentu dan ketika melakukan instalasi baru Windows.
Anda bisa men-download program pembuat ‘disk boot’ yang terdiri dari enam floppy untuk Setup Windows XP. Program itu berisi file-file dan driver-driver yang diperlukan untuk membaca drive CD-ROM ketika mulai proses Setup. Untuk melakukan ini, buka Internet ke Obtaining Windows XP Setup Boot Disks (http://support.microsoft.com:80/support/kb/articles/q310/9/94.asp).
Catatan: Sebenarnya, daripada membuat ‘boot disk’, kami menyarankan Anda untuk boot komputer dari CD Windows XP untuk melakukan Setup.
Langkah-langkah Membuat ‘boot disk’ untuk Setup
Download hanya berisi satu program file yang besar ketika Anda jalankan, file itu meng-extract file-file ke masing-masing floppy. Anda menerima prompt berikut:
This program creates the Setup boot disks for Microsoft Windows XP.
To create these disks, you need to provide 6 blank, formatted, high-density disks.
Please specify the floppy drive to copy the images to.
Type the drive letter for the floppy disk drive (this is typically drive A).
Download akan mengcopykan file-file ke flopy Anda…. Setelah Anda masukkan nama drive floppy disk (biasanya huruf A), Anda melihat prompt:
Insert one of these disks into drive <drive letter>:. This disk will become the Windows XP Setup Boot Disk.
Press any key when you are ready.
Lanjutkan dengan memasukkan floppy kosong ketika Anda di-prompt sampai keenam floppy dilakukan. Beri label setiap floppy dengan nomor urut sesuai urutan peng-copyan. Anda harus menggunakan floppy-floppy dengan urutan yang benar selama proses Setup.
Catatan: Komputer harus diset ‘boot from the floppy disk drive’.
Ketika Anda restart komputer, proses Setup mulai. Masukkan floppy berurut setiap kali Anda diprompt. Anda kemudian akan diprompt CD Windows XP untuk menyelesaikan Instalasi.
Setting Boot dari CD
Beberapa komputer mungkin secara otomatis memberikan pilihan untuk boot dari CD jika komputer mendeteksi ada CD yang bisa untuk boot ('bootable CD') di dalam drive CD-ROM. Kalau komputernya seperti itu, ketika Anda menghidupkan komputer dengan 'bootable CD'di dalam drive CD-ROM, Anda akan melihat message "Press any key to boot from CD…"
Kalau tidak, Anda harus mengeset komputer untuk boot dari CD menggunakan setup BIOS komputer Anda (BIOS - Basic input/output system).
Caranya:
Ketika Anda pertama kali menghidupkan komputer, carilah message pendek yang mengatakan kepada Anda key yang mana yang harus dipencet untuk setup. Contohnya, beberapa komputer akan mempunyai message ini: ‘Press DELETE to enter setup’. Jika komputer Anda tidak memberi message seperti itu, cobalah memencet tombol-tombol yang biasa digunakan pada waktu menghidupkan komputer (startup):
DELETE F1 F2, F3, terus F2 F10 CTRL+ALT+ESC CTRL+ALT+S ESC
Jika grafik-grafik muncul pada waktu startup, menekan ESC seringkali membuat grafik-grafik itu hilang sehingga Anda bisa melihat tombol yang benar untuk memasukkan setup BIOS.
Jika Anda melihat message, cepat-cepat tekan key yang ditunjukkan. Anda akan memasukkan program mirip DOS yang terdiri dari satu layar atau lebih. Anda mungkin tidak akan bisa menggunakan mouse di dalam program ini. Program-program BIOS bermacam-macam, tetapi carilah pilihan yang dinamakan "Boot order" atau yang mirip-mirip itu.
Isilah boot order itu "boot from CD before booting from the hard drive". Jika komputer Anda tidak juga mau boot dari CD, lihatlah ke bagian yang dinamai "Other setup-related tasks" untuk penjelasan mengenai memulai setup dari 'command prompt'.
MEMPARTISI DAN MEMFORMAT Hard Disk
· Jika hard disk Anda tidak ada partisinya di dalam, Anda harus membuat partisi dan memformatnya. · Jika hard disk Anda terdapat beberapa partisi ukuran kecil di dalamnya, kemudian Anda ingin mempartisi hard disk Anda dengan menyatukan beberapa partisi kecil ke dalam satu partisi besar maka Anda harus menghapus partisi yang kecil itu dan membuat partisi lebih besar yang baru. · Jika hard disk Anda mempunyai partisi yang berukuran terlalu besar, kemudian Anda ingin membuat beberapa partisi lebih kecil sehingga Anda bisa menginstalasi konfigurasi 'multiboot' misalnya, Anda juga harus menghapus partisi yang lama dan membuat partisi baru dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan Anda.
Jika Anda ingin mempartisi atau memformat hard disk Anda, sebaiknya Anda menggunakan 'tool' pemartisian atau pemformatan yang dibuat untuk setup Window (WindowsXp, Windows 2000 atau yang lain). Tool ini membuat Anda bisa menghapus partisi-partisi yang ada dan membuat satu atau lebih partisi baru.
PENTING: Jika Anda mengikuti langkah ini pada hard disk yang tidak kosong, semua data yang ada di dalam hard disk harus di-backup dulu karena semua data tersebut akan dihapus secara permanen.
Menggunakan tool pemartisian dan pemformatan disk di dalam setup Windows XP:
· Masukkan CD Windows XP ke dalam CD/DVD drive (atau masukkan boot disk setup Windows XP yang pertama ke dalam flopy disk drive), dan kemudian restart komputer.
Catatan: Mem-boot komputer Anda dari CD Window XP (atau dari Setup boot disk), komputer Anda harus dikonfigur untuk boot dari drive CD/DVD (atau dari flopy disk drive). Dalam beberapa hal, Anda harus memodifikasi setting komputer BIOS Anda untuk menjalankan hal ini (Lihat setting untuk boot dari CD).
· Jika Anda sedang menghidupkan komputer dari CD Windows XP, tekan tombol "to boot from CD" ketika Anda diprompt untuk melakukan itu. Jika Anda menghidupkan komputer dari setup Windows XP 'boot disks', masukkan masing-masing disk ketika diprompt, dan kemudian tekan ENTER untuk melanjutkan setelah memasukkan masing-masing disk.
· Pada halaman 'Welcome to setup', tekan ENTER untuk melanjutkan.
· Pada halaman License Agreement, baca agreement, kemudian ikuti perintah-perintah untuk menerima atau tidak menerima persetujuan (agreement).
· Jika instalasi Windows XP dideteksi sudah ada di dalam, Anda akan diprompt untuk memperbaikinya (repair). Tekan ESC (jangan repair).
Semua partisi yang sudah ada dan tempat kosong yang belum dipartisi dilist di masing-masing hard disk secara fisik. 1. Gunakan tanda panah untuk memilih partisi atau tempat kosong yang belum dipartisi di mana Anda ingin membuat partisi baru. 2. Tekan D untuk menghapus partisi yang sudah ada atau tekan C untuk membuat partisi baru menggunakan tempat kosong yang belum dipartisi. 3. Jika Anda menekan D untuk menghapus partisi yang ada, Anda harus menekan L (atau menekan ENTER, dan kemudian menekan L jika itu merupakan partisi System) untuk memastikan bahwa Anda ingin menghapus partisi itu. 4. Ulangi proses 1-3 ini untuk setiap partisi yang sudah ada sampai Anda bisa menggunakan partisi baru yang Anda inginkan. 5. Ketika semua partisi dihapus, pilih tempat kosong yang belum terpartisi dan tekan C untuk membuat partisi yang baru.
Catatan: Jika Anda ingin membuat sebuah partisi baru sama sekali di mana di dalam sudah ada satu atau lebih partisi, Anda pertama kali harus menghapus partisi (partisi-partisi) yang ada kemudian membuat partisi yang baru.
6. Isikan 'size' (dalam megabyte, atau MB) yang Anda inginkan untuk digunakan partisi yang baru dan kemudian tekan ENTER, atau cukup ENTER saja untuk membuat partisi menggunakan 'maximum size'. 7. Jika Anda ingin membuat partisi-partisi tambahan, ulangi langkah 5 dan 6.
· Jika Anda ingin menginstalasi Windows XP, gunakan tanda panah untuk memilih partisi yang Anda inginkan untuk menginstalasinya, dan kemudian tekan ENTER.
Jika Anda tidak ingin memformat partisi dan menginstalasi Windows XP, tekan F3 dua kali untuk menyudahi setup, dan kemudian jangan lanjutkan langkah-langkah berikutnya. Dalam hal ini Anda harus menggunakan program yang lain untuk memformat partisi.
· Pilih pilihan format yang Anda ingin gunakan untuk partisi itu, dan kemudian tekan ENTER. Pilihan-pilihan adalah:
Format the partition by using the NTFS file system (Quick) Format the partition by using the FAT file system (Quick) Format the partition by using the NTFS file system Format the partition by using the FAT file system Leave the current file system intact (no changes)
1. Untuk konfigurasi-konfigurasi secara umum, NTFS adalah pilihan yang bagus untuk keamanan dan keluwesan. Jika Anda merencanakan untuk menginstalasi konfigurasi 'multiboot' dan mengakses data pada drive menggunakan operating sistem-operating sistem yang lama seperti Windows 95, Windows 98. atau Wondows Millenium Edition, mau tidak mau, pilih FAT. 2. Kalau Anda memformat hard disk, file-file akan dihapus dari hard disk dan hard disk akan di-scan sebagai 'bad sectors'. Bagian terbesar waktu yang dibutuhkan untuk memformat hard disk tergantung pada penyekenan ('scanning') disk. Jika Anda memilih opsi 'Quick format', file-file dihapus dari partisi, tetapi disk tidak di-scan sebagai 'bad sector'. Anda seharusnya menggunakan opsi ini jika hard disk Anda sebelumnya telah diformat dan Anda memastikan bahwa hard disk Anda tidak rusak.
Catatan: · Pada waktu setup Windows XP, opsi 'Leave the current file system intact' tidak ada kalau partisi yang dipilih adalah partisi baru. Untuk partisi berukuran hingga 2 gigabyte (GB), setup menggunakan sistem file FAT (juga dikenal sebagai FAT16). Untuk partisi-partisi yang lebih besar dari 2 GB tetapi lebih kecil dari 32 GB, setup menggunakan sistem file FAT32. Untuk partisi-partisi lebih besar dari 32 GB, setup menggunakan NTFS.
· Jika Anda menghapus dan membuat partisi sistem yang baru tetapi Anda menginstalasi Windows XP pada partisi yang lain, Anda akan diprompt untuk memilih sistem file bagi kedua partisi System dan Boot dalam masalah ini.
· Setelah melakukan format dan membuat partisi, ikuti perintah-perintah di layar untuk melanjutkan setup. Setelah selesai setup, Anda bisa menggunakan tool Disk Management di Windows XP untuk membuat partisi-partisi tambahan dan memformatnya.
|
|
Copyright ©2009-2011, Komunitas Internet dan Intranet. All rights reserved |

